Rabu, 11 Maret 2026

TP 2 MODUL 1



Tugas Pendahuluan 2 Modul 1
(Percobaan 3 Kondisi 7) 

Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 3 dengan kondisi ketika Infrared sensor mendeteksi benda dan Touch sensor tidak mendeteksi sentuhan, maka LED menyala terus namun Buzzer tetap mati

1. Prosedur

           1. Rangkai rangkaian di proteus sesuai dengan kondisi percobaan.

2. Tulis program untuk IC STM32 di software STM32IDE.
3. Compile program tadi, lalu upload file dengan format .hex ke dalam IC STM32.
4. Setelah program selesai di upload, jalankan simulasi rangkaian pada proteus.

2. Hardware dan diagram blok

a. Hardware
1. STM32F103C8


2. Infrared Sensor
3. Touch Sensor





4. Push Button



(a)                                                                    (b)
Gambar push button (a) tampilan hardware, (b) tampilan simulasi

Push button adalah saklar mekanis yang digunakan untuk menghubungkan atau memutuskan arus listrik ketika ditekan. Push button sering digunakan dalam kontrol rangkaian elektronik, seperti tombol power, reset, atau input manual dalam sistem mikrokontroler.


5. LED

                            (a)                                                                         (b)
Gambar LED (a) tampilan hardware, (b) tampilan simulasi

LED adalah dioda semikonduktor yang dapat memancarkan cahaya ketika dialiri arus listrik. LED digunakan dalam berbagai aplikasi seperti indikator elektronik, pencahayaan, dan display. LED hanya bekerja pada arah bias maju dan memiliki berbagai warna yang ditentukan oleh material semikonduktornya.

6. Resistor


                (a)                                                                       (b)
Gambar resistor (a) tampilan hardware, (b) tampilan simulasi

Resistor adalah komponen elektronik pasif yang berfungsi untuk membatasi arus listrik dalam suatu rangkaian. Resistor bekerja berdasarkan hukum Ohm, yang menyatakan bahwa tegangan (V) = arus (I) × resistansi (R). Resistor memiliki satuan Ohm (Ω) dan digunakan dalam berbagai aplikasi seperti pembagian tegangan, kontrol arus, dan proteksi rangkaian elektronik.


7.Buzzer


Buzzer adalah komponen elektronik yang berfungsi untuk menghasilkan bunyi atau suara sebagai indikator dalam suatu rangkaian. Buzzer biasanya digunakan sebagai alarm, notifikasi, atau penanda kondisi tertentu, misalnya ketika sistem aktif, terjadi kesalahan, atau ada input dari pengguna.

Secara umum, buzzer bekerja dengan mengubah sinyal listrik menjadi getaran mekanik yang kemudian menghasilkan gelombang suara. Ketika diberi tegangan, elemen di dalam buzzer akan bergetar dengan frekuensi tertentu sehingga terdengar bunyi “beep”.

Terdapat dua jenis buzzer yang sering digunakan, yaitu buzzer aktif dan buzzer pasif. Buzzer aktif memiliki rangkaian osilator internal sehingga cukup diberi tegangan langsung untuk menghasilkan suara, sedangkan buzzer pasif memerlukan sinyal PWM atau frekuensi tertentu dari mikrokontroler agar dapat menghasilkan bunyi.


b. Diagram Blok





3. Rangkaian simulasi dan prinsip kerja




(Percobaan 3 Kondisi 7) 

Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 3 dengan kondisi ketika Infrared sensor mendeteksi benda dan Touch sensor tidak mendeteksi sentuhan, maka LED menyala terus namun Buzzer tetap mati


Prinsip Kerja :

Rangkaian tersebut bekerja dengan memanfaatkan mikrokontroler pada board NUCLEO-C031C6 sebagai pusat kendali yang menerima input dari push button dan slide switch, lalu mengontrol LED RGB dan buzzer sebagai output. Push button berfungsi sebagai pemicu (trigger) yang saat ditekan akan mengirimkan sinyal logika ke pin input mikrokontroler, di mana resistor digunakan sebagai pull-down atau pull-up untuk menjaga kestabilan logika agar tidak floating. Slide switch berperan sebagai pemilih kondisi atau mode, yaitu menentukan apakah rangkaian dalam keadaan aktif atau tidak.

Ketika kondisi input terpenuhi, misalnya switch dalam posisi ON dan tombol ditekan, mikrokontroler akan memproses sinyal tersebut dan mengaktifkan output berupa LED RGB serta buzzer. LED RGB akan menyala dengan warna tertentu sesuai pengaturan pin output (merah, hijau, atau biru), sedangkan buzzer akan berbunyi sebagai indikator suara. Sebaliknya, jika switch dimatikan atau tidak ada input dari tombol, maka mikrokontroler tidak memberikan sinyal ke output sehingga LED padam dan buzzer tidak berbunyi.

Dengan demikian, prinsip kerja rangkaian ini adalah sistem kontrol sederhana berbasis input (switch dan tombol) yang diproses oleh mikrokontroler untuk menghasilkan output berupa cahaya (LED RGB) dan suara (buzzer).


4. Flowchart dan Listing Program
a. Flowchart




b. Listing Program

#include "main.h"

uint8_t system_enable = 1;

uint8_t touch_last = 0;

void SystemClock_Config(void);

static void MX_GPIO_Init(void);

 

int main(void)

{

  HAL_Init();

  SystemClock_Config();

  MX_GPIO_Init();

 

  while (1)

  {

    uint8_t touch_now = HAL_GPIO_ReadPin(GPIOA, GPIO_PIN_1);

 

    if (touch_now == GPIO_PIN_SET && touch_last == GPIO_PIN_RESET)

    {

      system_enable = !system_enable;

      HAL_Delay(200);

    }

    touch_last = touch_now;

 

    if (system_enable)

    {

      if (HAL_GPIO_ReadPin(GPIOA, GPIO_PIN_0) == GPIO_PIN_SET)

      {

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_SET);

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_SET);

      }

      else

      {

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_RESET);

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_RESET);

      }

    }

    else

    {

      HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_RESET);

      HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_RESET);

    }

  }

}

 

void SystemClock_Config(void)

{

  RCC_OscInitTypeDef RCC_OscInitStruct = {0};

  RCC_ClkInitTypeDef RCC_ClkInitStruct = {0};

 

  RCC_OscInitStruct.OscillatorType = RCC_OSCILLATORTYPE_HSI;

  RCC_OscInitStruct.HSIState = RCC_HSI_ON;

  RCC_OscInitStruct.HSICalibrationValue = RCC_HSICALIBRATION_DEFAULT;

  RCC_OscInitStruct.PLL.PLLState = RCC_PLL_NONE;

 

  if (HAL_RCC_OscConfig(&RCC_OscInitStruct) != HAL_OK)

  {

    Error_Handler();

  }

 

  RCC_ClkInitStruct.ClockType = RCC_CLOCKTYPE_HCLK | RCC_CLOCKTYPE_SYSCLK

                              | RCC_CLOCKTYPE_PCLK1 | RCC_CLOCKTYPE_PCLK2;

  RCC_ClkInitStruct.SYSCLKSource = RCC_SYSCLKSOURCE_HSI;

  RCC_ClkInitStruct.AHBCLKDivider = RCC_SYSCLK_DIV1;

  RCC_ClkInitStruct.APB1CLKDivider = RCC_HCLK_DIV1;

  RCC_ClkInitStruct.APB2CLKDivider = RCC_HCLK_DIV1;

 

  if (HAL_RCC_ClockConfig(&RCC_ClkInitStruct, FLASH_LATENCY_0) != HAL_OK)

  {

    Error_Handler();

  }

}

 

static void MX_GPIO_Init(void)

{

  GPIO_InitTypeDef GPIO_InitStruct = {0};

 

  __HAL_RCC_GPIOD_CLK_ENABLE();

  __HAL_RCC_GPIOA_CLK_ENABLE();

  __HAL_RCC_GPIOB_CLK_ENABLE();

 

  HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0 | GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_RESET);

 

  GPIO_InitStruct.Pin = GPIO_PIN_0 | GPIO_PIN_1;

  GPIO_InitStruct.Mode = GPIO_MODE_INPUT;

  GPIO_InitStruct.Pull = GPIO_PULLDOWN;

  HAL_GPIO_Init(GPIOA, &GPIO_InitStruct);

 

  GPIO_InitStruct.Pin = GPIO_PIN_0 | GPIO_PIN_1;

  GPIO_InitStruct.Mode = GPIO_MODE_OUTPUT_PP;

  GPIO_InitStruct.Pull = GPIO_NOPULL;

  GPIO_InitStruct.Speed = GPIO_SPEED_FREQ_LOW;

  HAL_GPIO_Init(GPIOB, &GPIO_InitStruct);

}

 

void Error_Handler(void)

{

  __disable_irq();

  while (1)

  {

  }

}

 

#ifdef USE_FULL_ASSERT

void assert_failed(uint8_t *file, uint32_t line)

{

}

#endif


5. Kondisi

(Percobaan 3 Kondisi 7) 

Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 3 dengan kondisi ketika Infrared sensor mendeteksi benda dan Touch sensor tidak mendeteksi sentuhan, maka LED menyala terus namun Buzzer tetap mati


6. Video simulasi


7. Download File

Download HTML klik disini 
Download file rangkaian klik disini
Download video Simulasi klik disini
Download Datasheet Push Button klik disini
Download Datasheet LED klik disini
Download Datasheet Resistor klik disini
Download Datasheet STM32F103C8T6 klik disini


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TP 2 MODUL 2

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Prosedur 2. Hardware dan diagram blok 3. Rangkaian simulasi dan prinsip kerja 4. F...