Rabu, 11 Maret 2026

LA 2 MODUL 1



Laporan Akhir 2 Modul 1
(Percobaan 3 Kondisi 7) 

Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 3 dengan kondisi ketika Infrared sensor mendeteksi benda dan Touch sensor tidak mendeteksi sentuhan, maka LED menyala terus namun Buzzer tetap mati

1. Prosedur
1. Sediakan alat dan bahan percobaan

2. Rangkailah rangkaian di breadboard

3. masukkan listing program ke aplikasi STM32 IDE

4. Hubungkan rangkaian dengan software dengan kabel usb ke micro STM32 NUCLEO

5. Jalankan program

2. Hardware dan diagram blok

a. Hardware
1. STM32F103C8

2. Push Button



(a)                                                                    (b)
Gambar push button (a) tampilan hardware, (b) tampilan simulasi

Push button adalah saklar mekanis yang digunakan untuk menghubungkan atau memutuskan arus listrik ketika ditekan. Push button sering digunakan dalam kontrol rangkaian elektronik, seperti tombol power, reset, atau input manual dalam sistem mikrokontroler.


3. LED

                            (a)                                                                         (b)
Gambar LED (a) tampilan hardware, (b) tampilan simulasi

LED adalah dioda semikonduktor yang dapat memancarkan cahaya ketika dialiri arus listrik. LED digunakan dalam berbagai aplikasi seperti indikator elektronik, pencahayaan, dan display. LED hanya bekerja pada arah bias maju dan memiliki berbagai warna yang ditentukan oleh material semikonduktornya.

4. Resistor


                (a)                                                                       (b)
Gambar resistor (a) tampilan hardware, (b) tampilan simulasi

Resistor adalah komponen elektronik pasif yang berfungsi untuk membatasi arus listrik dalam suatu rangkaian. Resistor bekerja berdasarkan hukum Ohm, yang menyatakan bahwa tegangan (V) = arus (I) × resistansi (R). Resistor memiliki satuan Ohm (Ω) dan digunakan dalam berbagai aplikasi seperti pembagian tegangan, kontrol arus, dan proteksi rangkaian elektronik.

5. Slide Switch




Slide switch di Wokwi adalah komponen saklar sederhana yang digunakan untuk memberikan input digital ke mikrokontroler (seperti Arduino atau STM32) dengan cara menggeser posisi ON/OFF.

Dalam simulasi di Wokwi, slide switch biasanya memiliki 3 pin, yaitu dua pin di sisi kiri dan kanan sebagai terminal, serta satu pin tengah sebagai common (COM). Cara kerjanya adalah ketika saklar digeser, pin tengah akan terhubung ke salah satu pin di samping, sehingga menghasilkan logika HIGH atau LOW tergantung pada rangkaian yang dibuat.

6.Buzzer


Buzzer adalah komponen elektronik yang berfungsi untuk menghasilkan bunyi atau suara sebagai indikator dalam suatu rangkaian. Buzzer biasanya digunakan sebagai alarm, notifikasi, atau penanda kondisi tertentu, misalnya ketika sistem aktif, terjadi kesalahan, atau ada input dari pengguna.

Secara umum, buzzer bekerja dengan mengubah sinyal listrik menjadi getaran mekanik yang kemudian menghasilkan gelombang suara. Ketika diberi tegangan, elemen di dalam buzzer akan bergetar dengan frekuensi tertentu sehingga terdengar bunyi “beep”.

Terdapat dua jenis buzzer yang sering digunakan, yaitu buzzer aktif dan buzzer pasif. Buzzer aktif memiliki rangkaian osilator internal sehingga cukup diberi tegangan langsung untuk menghasilkan suara, sedangkan buzzer pasif memerlukan sinyal PWM atau frekuensi tertentu dari mikrokontroler agar dapat menghasilkan bunyi.


b. Diagram Blok



3. Rangkaian simulasi dan prinsip kerja


(Percobaan 3 Kondisi 7) 

Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 3 dengan kondisi ketika Infrared sensor mendeteksi benda dan Touch sensor tidak mendeteksi sentuhan, maka LED menyala terus namun Buzzer tetap mati


Prinsip Kerja :

Rangkaian tersebut bekerja dengan memanfaatkan mikrokontroler pada board NUCLEO-C031C6 sebagai pusat kendali yang menerima input dari push button dan slide switch, lalu mengontrol LED RGB dan buzzer sebagai output. Push button berfungsi sebagai pemicu (trigger) yang saat ditekan akan mengirimkan sinyal logika ke pin input mikrokontroler, di mana resistor digunakan sebagai pull-down atau pull-up untuk menjaga kestabilan logika agar tidak floating. Slide switch berperan sebagai pemilih kondisi atau mode, yaitu menentukan apakah rangkaian dalam keadaan aktif atau tidak.

Ketika kondisi input terpenuhi, misalnya switch dalam posisi ON dan tombol ditekan, mikrokontroler akan memproses sinyal tersebut dan mengaktifkan output berupa LED RGB serta buzzer. LED RGB akan menyala dengan warna tertentu sesuai pengaturan pin output (merah, hijau, atau biru), sedangkan buzzer akan berbunyi sebagai indikator suara. Sebaliknya, jika switch dimatikan atau tidak ada input dari tombol, maka mikrokontroler tidak memberikan sinyal ke output sehingga LED padam dan buzzer tidak berbunyi.

Dengan demikian, prinsip kerja rangkaian ini adalah sistem kontrol sederhana berbasis input (switch dan tombol) yang diproses oleh mikrokontroler untuk menghasilkan output berupa cahaya (LED RGB) dan suara (buzzer).


4. Flowchart dan Listing Program
a. Flowchart


b. Listing Program

#include "main.h"

void SystemClock_Config(void);

static void MX_GPIO_Init(void);

int main(void)

{

HAL_Init();

  SystemClock_Config();

  MX_GPIO_Init();

 

  while (1)

  {

    if (HAL_GPIO_ReadPin(GPIOA, GPIO_PIN_0) == GPIO_PIN_RESET)

    {

      HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_RESET);

      HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_RESET);

      HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_2, GPIO_PIN_RESET);

    }

    else

    {

      if (HAL_GPIO_ReadPin(GPIOA, GPIO_PIN_1) == GPIO_PIN_RESET)

      {

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_SET);

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_RESET);

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_2, GPIO_PIN_RESET);

      }

      else

      {

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_RESET);

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_SET);

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_2, GPIO_PIN_SET);

      }

    }

 

    HAL_Delay(50);

  }

}

 

void SystemClock_Config(void)

{

  RCC_OscInitTypeDef RCC_OscInitStruct = {0};

  RCC_ClkInitTypeDef RCC_ClkInitStruct = {0};

 

  RCC_OscInitStruct.OscillatorType = RCC_OSCILLATORTYPE_HSI;

  RCC_OscInitStruct.HSIState = RCC_HSI_ON;

  RCC_OscInitStruct.HSICalibrationValue = RCC_HSICALIBRATION_DEFAULT;

 

  if (HAL_RCC_OscConfig(&RCC_OscInitStruct) != HAL_OK)

  {

    Error_Handler();

  }

 

  RCC_ClkInitStruct.ClockType = RCC_CLOCKTYPE_HCLK |

RCC_CLOCKTYPE_SYSCLK

                              | RCC_CLOCKTYPE_PCLK1;

 

  RCC_ClkInitStruct.SYSCLKSource = RCC_SYSCLKSOURCE_HSI;

  RCC_ClkInitStruct.AHBCLKDivider = RCC_SYSCLK_DIV1;

  RCC_ClkInitStruct.APB1CLKDivider = RCC_HCLK_DIV1;

 

  if (HAL_RCC_ClockConfig(&RCC_ClkInitStruct, FLASH_LATENCY_0) !=

HAL_OK)

  {

    Error_Handler();

  }

}

 

static void MX_GPIO_Init(void)

{

  GPIO_InitTypeDef GPIO_InitStruct = {0};

 

  __HAL_RCC_GPIOA_CLK_ENABLE();

  __HAL_RCC_GPIOB_CLK_ENABLE();

 

  GPIO_InitStruct.Pin = GPIO_PIN_0 | GPIO_PIN_1;

  GPIO_InitStruct.Mode = GPIO_MODE_INPUT;

  GPIO_InitStruct.Pull = GPIO_PULLDOWN;

  HAL_GPIO_Init(GPIOA, &GPIO_InitStruct);

 

  GPIO_InitStruct.Pin = GPIO_PIN_0 | GPIO_PIN_1 | GPIO_PIN_2;

  GPIO_InitStruct.Mode = GPIO_MODE_OUTPUT_PP;

  GPIO_InitStruct.Pull = GPIO_NOPULL;

  GPIO_InitStruct.Speed = GPIO_SPEED_FREQ_LOW;

  HAL_GPIO_Init(GPIOB, &GPIO_InitStruct);

}

 

void Error_Handler(void)

{

  __disable_irq();

  while (1)

  {

  }

}

#ifndef __MAIN_H

#define __MAIN_H

 

#ifdef __cplusplus

extern "C" {

#endif

 

#include "stm32c0xx_hal.h"

 

void Error_Handler(void);

 

#define BUTTON_REVERSE_Pin       GPIO_PIN_0

#define BUTTON_REVERSE_GPIO_Port GPIOA

 

#define IR_SENSOR_Pin            GPIO_PIN_1

#define IR_SENSOR_GPIO_Port      GPIOA

#define LED_GREEN_Pin            GPIO_PIN_0

#define LED_GREEN_GPIO_Port      GPIOB

 

#define LED_RED_Pin              GPIO_PIN_1

#define LED_RED_GPIO_Port        GPIOB

 

#define BUZZER_Pin               GPIO_PIN_2

#define BUZZER_GPIO_Port         GPIOB

 

#ifdef __cplusplus

}

#endif

 

#endif



5. Video demo




6. Analisa







7. Download File
Download HTML klik disini 
Download file Analisa klik disini
Download video Demo klik disini 
Download Datasheet Sensor PIR klik disini
Download Datasheet LED klik disini
Download Datasheet Resistor klik disini
Download Datasheet IC STM32F103C8 klik disini

LA 1 MODUL 1



Tugas Pendahuluan 1 Modul 1
(Percobaan 2 Kondisi 9) 
Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 2 dengan kondisi ketika Switch baru saja berubah dari OFF ke ON, seluruh warna LED RGB (Merah, Hijau, Biru) menyala bergantian selama 0,5 detik dan Buzzer berbunyi pendek 2 kali ("Beep-Beep").


1. Prosedur
1. Sediakan alat dan bahan percobaan

2. Rangkailah rangkaian di breadboard

3. masukkan listing program ke aplikasi STM32 IDE

4. Hubungkan rangkaian dengan software dengan kabel usb ke micro STM32 NUCLEO

5. Jalankan program

2. Hardware dan diagram blok

a. Hardware

1. NUCLEO C031C6



Gambar Mikrokontroler NUCLEO C031C6

NUCLEO-C031C6 merupakan sebuah board pengembangan dari STMicroelectronics yang menggunakan mikrokontroler STM32C031C6 berbasis ARM Cortex-M0+ dengan kecepatan hingga 48 MHz. 

2. Push Button



(a)                                                                    (b)
Gambar push button (a) tampilan hardware, (b) tampilan simulasi

Push button adalah saklar mekanis yang digunakan untuk menghubungkan atau memutuskan arus listrik ketika ditekan. Push button sering digunakan dalam kontrol rangkaian elektronik, seperti tombol power, reset, atau input manual dalam sistem mikrokontroler.


3. LED

                            (a)                                                                         (b)
Gambar LED (a) tampilan hardware, (b) tampilan simulasi

LED adalah dioda semikonduktor yang dapat memancarkan cahaya ketika dialiri arus listrik. LED digunakan dalam berbagai aplikasi seperti indikator elektronik, pencahayaan, dan display. LED hanya bekerja pada arah bias maju dan memiliki berbagai warna yang ditentukan oleh material semikonduktornya.

4. Resistor


                (a)                                                                       (b)
Gambar resistor (a) tampilan hardware, (b) tampilan simulasi

Resistor adalah komponen elektronik pasif yang berfungsi untuk membatasi arus listrik dalam suatu rangkaian. Resistor bekerja berdasarkan hukum Ohm, yang menyatakan bahwa tegangan (V) = arus (I) × resistansi (R). Resistor memiliki satuan Ohm (Ω) dan digunakan dalam berbagai aplikasi seperti pembagian tegangan, kontrol arus, dan proteksi rangkaian elektronik.

5. Slide Switch




Slide switch di Wokwi adalah komponen saklar sederhana yang digunakan untuk memberikan input digital ke mikrokontroler (seperti Arduino atau STM32) dengan cara menggeser posisi ON/OFF.

Dalam simulasi di Wokwi, slide switch biasanya memiliki 3 pin, yaitu dua pin di sisi kiri dan kanan sebagai terminal, serta satu pin tengah sebagai common (COM). Cara kerjanya adalah ketika saklar digeser, pin tengah akan terhubung ke salah satu pin di samping, sehingga menghasilkan logika HIGH atau LOW tergantung pada rangkaian yang dibuat.

6.Buzzer


Buzzer adalah komponen elektronik yang berfungsi untuk menghasilkan bunyi atau suara sebagai indikator dalam suatu rangkaian. Buzzer biasanya digunakan sebagai alarm, notifikasi, atau penanda kondisi tertentu, misalnya ketika sistem aktif, terjadi kesalahan, atau ada input dari pengguna.

Secara umum, buzzer bekerja dengan mengubah sinyal listrik menjadi getaran mekanik yang kemudian menghasilkan gelombang suara. Ketika diberi tegangan, elemen di dalam buzzer akan bergetar dengan frekuensi tertentu sehingga terdengar bunyi “beep”.

Terdapat dua jenis buzzer yang sering digunakan, yaitu buzzer aktif dan buzzer pasif. Buzzer aktif memiliki rangkaian osilator internal sehingga cukup diberi tegangan langsung untuk menghasilkan suara, sedangkan buzzer pasif memerlukan sinyal PWM atau frekuensi tertentu dari mikrokontroler agar dapat menghasilkan bunyi.


b. Diagram Blok



3. Rangkaian simulasi dan prinsip kerja


(Percobaan 2 Kondisi 9) 
Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 2 dengan kondisi ketika Switch baru saja berubah dari OFF ke ON, seluruh warna LED RGB (Merah, Hijau, Biru) menyala bergantian selama 0,5 detik dan Buzzer berbunyi pendek 2 kali ("Beep-Beep").


Prinsip Kerja :

Rangkaian tersebut bekerja dengan memanfaatkan mikrokontroler pada board NUCLEO-C031C6 sebagai pusat kendali yang menerima input dari push button dan slide switch, lalu mengontrol LED RGB dan buzzer sebagai output. Push button berfungsi sebagai pemicu (trigger) yang saat ditekan akan mengirimkan sinyal logika ke pin input mikrokontroler, di mana resistor digunakan sebagai pull-down atau pull-up untuk menjaga kestabilan logika agar tidak floating. Slide switch berperan sebagai pemilih kondisi atau mode, yaitu menentukan apakah rangkaian dalam keadaan aktif atau tidak.

Ketika kondisi input terpenuhi, misalnya switch dalam posisi ON dan tombol ditekan, mikrokontroler akan memproses sinyal tersebut dan mengaktifkan output berupa LED RGB serta buzzer. LED RGB akan menyala dengan warna tertentu sesuai pengaturan pin output (merah, hijau, atau biru), sedangkan buzzer akan berbunyi sebagai indikator suara. Sebaliknya, jika switch dimatikan atau tidak ada input dari tombol, maka mikrokontroler tidak memberikan sinyal ke output sehingga LED padam dan buzzer tidak berbunyi.

Dengan demikian, prinsip kerja rangkaian ini adalah sistem kontrol sederhana berbasis input (switch dan tombol) yang diproses oleh mikrokontroler untuk menghasilkan output berupa cahaya (LED RGB) dan suara (buzzer).


4. Flowchart dan Listing Program
a. Flowchart


b. Listing Program

#include "main.h"

void SystemClock_Config(void);

static void MX_GPIO_Init(void);

int main(void)

{

HAL_Init();

  SystemClock_Config();

  MX_GPIO_Init();

 

  while (1)

  {

    if (HAL_GPIO_ReadPin(GPIOA, GPIO_PIN_0) == GPIO_PIN_RESET)

    {

      HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_RESET);

      HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_RESET);

      HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_2, GPIO_PIN_RESET);

    }

    else

    {

      if (HAL_GPIO_ReadPin(GPIOA, GPIO_PIN_1) == GPIO_PIN_RESET)

      {

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_SET);

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_RESET);

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_2, GPIO_PIN_RESET);

      }

      else

      {

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_RESET);

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_SET);

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_2, GPIO_PIN_SET);

      }

    }

 

    HAL_Delay(50);

  }

}

 

void SystemClock_Config(void)

{

  RCC_OscInitTypeDef RCC_OscInitStruct = {0};

  RCC_ClkInitTypeDef RCC_ClkInitStruct = {0};

 

  RCC_OscInitStruct.OscillatorType = RCC_OSCILLATORTYPE_HSI;

  RCC_OscInitStruct.HSIState = RCC_HSI_ON;

  RCC_OscInitStruct.HSICalibrationValue = RCC_HSICALIBRATION_DEFAULT;

 

  if (HAL_RCC_OscConfig(&RCC_OscInitStruct) != HAL_OK)

  {

    Error_Handler();

  }

 

  RCC_ClkInitStruct.ClockType = RCC_CLOCKTYPE_HCLK |

RCC_CLOCKTYPE_SYSCLK

                              | RCC_CLOCKTYPE_PCLK1;

 

  RCC_ClkInitStruct.SYSCLKSource = RCC_SYSCLKSOURCE_HSI;

  RCC_ClkInitStruct.AHBCLKDivider = RCC_SYSCLK_DIV1;

  RCC_ClkInitStruct.APB1CLKDivider = RCC_HCLK_DIV1;

 

  if (HAL_RCC_ClockConfig(&RCC_ClkInitStruct, FLASH_LATENCY_0) !=

HAL_OK)

  {

    Error_Handler();

  }

}

 

static void MX_GPIO_Init(void)

{

  GPIO_InitTypeDef GPIO_InitStruct = {0};

 

  __HAL_RCC_GPIOA_CLK_ENABLE();

  __HAL_RCC_GPIOB_CLK_ENABLE();

 

  GPIO_InitStruct.Pin = GPIO_PIN_0 | GPIO_PIN_1;

  GPIO_InitStruct.Mode = GPIO_MODE_INPUT;

  GPIO_InitStruct.Pull = GPIO_PULLDOWN;

  HAL_GPIO_Init(GPIOA, &GPIO_InitStruct);

 

  GPIO_InitStruct.Pin = GPIO_PIN_0 | GPIO_PIN_1 | GPIO_PIN_2;

  GPIO_InitStruct.Mode = GPIO_MODE_OUTPUT_PP;

  GPIO_InitStruct.Pull = GPIO_NOPULL;

  GPIO_InitStruct.Speed = GPIO_SPEED_FREQ_LOW;

  HAL_GPIO_Init(GPIOB, &GPIO_InitStruct);

}

 

void Error_Handler(void)

{

  __disable_irq();

  while (1)

  {

  }

}

#ifndef __MAIN_H

#define __MAIN_H

 

#ifdef __cplusplus

extern "C" {

#endif

 

#include "stm32c0xx_hal.h"

 

void Error_Handler(void);

 

#define BUTTON_REVERSE_Pin       GPIO_PIN_0

#define BUTTON_REVERSE_GPIO_Port GPIOA

 

#define IR_SENSOR_Pin            GPIO_PIN_1

#define IR_SENSOR_GPIO_Port      GPIOA

#define LED_GREEN_Pin            GPIO_PIN_0

#define LED_GREEN_GPIO_Port      GPIOB

 

#define LED_RED_Pin              GPIO_PIN_1

#define LED_RED_GPIO_Port        GPIOB

 

#define BUZZER_Pin               GPIO_PIN_2

#define BUZZER_GPIO_Port         GPIOB

 

#ifdef __cplusplus

}

#endif

 

#endif



5. Video demo


6. Analisa







7. Download File
Download HTML klik disini 
Download file Analisa klik disini
Download video Demo klik disini 
Download Datasheet Sensor PIR klik disini
Download Datasheet LED klik disini
Download Datasheet Resistor klik disini
Download Datasheet IC NUCLEO C031C6 klik disini

TP 2 MODUL 1



Tugas Pendahuluan 2 Modul 1
(Percobaan 3 Kondisi 7) 

Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 3 dengan kondisi ketika Infrared sensor mendeteksi benda dan Touch sensor tidak mendeteksi sentuhan, maka LED menyala terus namun Buzzer tetap mati

1. Prosedur

           1. Rangkai rangkaian di proteus sesuai dengan kondisi percobaan.

2. Tulis program untuk IC STM32 di software STM32IDE.
3. Compile program tadi, lalu upload file dengan format .hex ke dalam IC STM32.
4. Setelah program selesai di upload, jalankan simulasi rangkaian pada proteus.

2. Hardware dan diagram blok

a. Hardware
1. STM32F103C8


2. Infrared Sensor
3. Touch Sensor





4. Push Button



(a)                                                                    (b)
Gambar push button (a) tampilan hardware, (b) tampilan simulasi

Push button adalah saklar mekanis yang digunakan untuk menghubungkan atau memutuskan arus listrik ketika ditekan. Push button sering digunakan dalam kontrol rangkaian elektronik, seperti tombol power, reset, atau input manual dalam sistem mikrokontroler.


5. LED

                            (a)                                                                         (b)
Gambar LED (a) tampilan hardware, (b) tampilan simulasi

LED adalah dioda semikonduktor yang dapat memancarkan cahaya ketika dialiri arus listrik. LED digunakan dalam berbagai aplikasi seperti indikator elektronik, pencahayaan, dan display. LED hanya bekerja pada arah bias maju dan memiliki berbagai warna yang ditentukan oleh material semikonduktornya.

6. Resistor


                (a)                                                                       (b)
Gambar resistor (a) tampilan hardware, (b) tampilan simulasi

Resistor adalah komponen elektronik pasif yang berfungsi untuk membatasi arus listrik dalam suatu rangkaian. Resistor bekerja berdasarkan hukum Ohm, yang menyatakan bahwa tegangan (V) = arus (I) × resistansi (R). Resistor memiliki satuan Ohm (Ω) dan digunakan dalam berbagai aplikasi seperti pembagian tegangan, kontrol arus, dan proteksi rangkaian elektronik.


7.Buzzer


Buzzer adalah komponen elektronik yang berfungsi untuk menghasilkan bunyi atau suara sebagai indikator dalam suatu rangkaian. Buzzer biasanya digunakan sebagai alarm, notifikasi, atau penanda kondisi tertentu, misalnya ketika sistem aktif, terjadi kesalahan, atau ada input dari pengguna.

Secara umum, buzzer bekerja dengan mengubah sinyal listrik menjadi getaran mekanik yang kemudian menghasilkan gelombang suara. Ketika diberi tegangan, elemen di dalam buzzer akan bergetar dengan frekuensi tertentu sehingga terdengar bunyi “beep”.

Terdapat dua jenis buzzer yang sering digunakan, yaitu buzzer aktif dan buzzer pasif. Buzzer aktif memiliki rangkaian osilator internal sehingga cukup diberi tegangan langsung untuk menghasilkan suara, sedangkan buzzer pasif memerlukan sinyal PWM atau frekuensi tertentu dari mikrokontroler agar dapat menghasilkan bunyi.


b. Diagram Blok





3. Rangkaian simulasi dan prinsip kerja




(Percobaan 3 Kondisi 7) 

Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 3 dengan kondisi ketika Infrared sensor mendeteksi benda dan Touch sensor tidak mendeteksi sentuhan, maka LED menyala terus namun Buzzer tetap mati


Prinsip Kerja :

Rangkaian tersebut bekerja dengan memanfaatkan mikrokontroler pada board NUCLEO-C031C6 sebagai pusat kendali yang menerima input dari push button dan slide switch, lalu mengontrol LED RGB dan buzzer sebagai output. Push button berfungsi sebagai pemicu (trigger) yang saat ditekan akan mengirimkan sinyal logika ke pin input mikrokontroler, di mana resistor digunakan sebagai pull-down atau pull-up untuk menjaga kestabilan logika agar tidak floating. Slide switch berperan sebagai pemilih kondisi atau mode, yaitu menentukan apakah rangkaian dalam keadaan aktif atau tidak.

Ketika kondisi input terpenuhi, misalnya switch dalam posisi ON dan tombol ditekan, mikrokontroler akan memproses sinyal tersebut dan mengaktifkan output berupa LED RGB serta buzzer. LED RGB akan menyala dengan warna tertentu sesuai pengaturan pin output (merah, hijau, atau biru), sedangkan buzzer akan berbunyi sebagai indikator suara. Sebaliknya, jika switch dimatikan atau tidak ada input dari tombol, maka mikrokontroler tidak memberikan sinyal ke output sehingga LED padam dan buzzer tidak berbunyi.

Dengan demikian, prinsip kerja rangkaian ini adalah sistem kontrol sederhana berbasis input (switch dan tombol) yang diproses oleh mikrokontroler untuk menghasilkan output berupa cahaya (LED RGB) dan suara (buzzer).


4. Flowchart dan Listing Program
a. Flowchart




b. Listing Program

#include "main.h"

uint8_t system_enable = 1;

uint8_t touch_last = 0;

void SystemClock_Config(void);

static void MX_GPIO_Init(void);

 

int main(void)

{

  HAL_Init();

  SystemClock_Config();

  MX_GPIO_Init();

 

  while (1)

  {

    uint8_t touch_now = HAL_GPIO_ReadPin(GPIOA, GPIO_PIN_1);

 

    if (touch_now == GPIO_PIN_SET && touch_last == GPIO_PIN_RESET)

    {

      system_enable = !system_enable;

      HAL_Delay(200);

    }

    touch_last = touch_now;

 

    if (system_enable)

    {

      if (HAL_GPIO_ReadPin(GPIOA, GPIO_PIN_0) == GPIO_PIN_SET)

      {

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_SET);

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_SET);

      }

      else

      {

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_RESET);

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_RESET);

      }

    }

    else

    {

      HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_RESET);

      HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_RESET);

    }

  }

}

 

void SystemClock_Config(void)

{

  RCC_OscInitTypeDef RCC_OscInitStruct = {0};

  RCC_ClkInitTypeDef RCC_ClkInitStruct = {0};

 

  RCC_OscInitStruct.OscillatorType = RCC_OSCILLATORTYPE_HSI;

  RCC_OscInitStruct.HSIState = RCC_HSI_ON;

  RCC_OscInitStruct.HSICalibrationValue = RCC_HSICALIBRATION_DEFAULT;

  RCC_OscInitStruct.PLL.PLLState = RCC_PLL_NONE;

 

  if (HAL_RCC_OscConfig(&RCC_OscInitStruct) != HAL_OK)

  {

    Error_Handler();

  }

 

  RCC_ClkInitStruct.ClockType = RCC_CLOCKTYPE_HCLK | RCC_CLOCKTYPE_SYSCLK

                              | RCC_CLOCKTYPE_PCLK1 | RCC_CLOCKTYPE_PCLK2;

  RCC_ClkInitStruct.SYSCLKSource = RCC_SYSCLKSOURCE_HSI;

  RCC_ClkInitStruct.AHBCLKDivider = RCC_SYSCLK_DIV1;

  RCC_ClkInitStruct.APB1CLKDivider = RCC_HCLK_DIV1;

  RCC_ClkInitStruct.APB2CLKDivider = RCC_HCLK_DIV1;

 

  if (HAL_RCC_ClockConfig(&RCC_ClkInitStruct, FLASH_LATENCY_0) != HAL_OK)

  {

    Error_Handler();

  }

}

 

static void MX_GPIO_Init(void)

{

  GPIO_InitTypeDef GPIO_InitStruct = {0};

 

  __HAL_RCC_GPIOD_CLK_ENABLE();

  __HAL_RCC_GPIOA_CLK_ENABLE();

  __HAL_RCC_GPIOB_CLK_ENABLE();

 

  HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0 | GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_RESET);

 

  GPIO_InitStruct.Pin = GPIO_PIN_0 | GPIO_PIN_1;

  GPIO_InitStruct.Mode = GPIO_MODE_INPUT;

  GPIO_InitStruct.Pull = GPIO_PULLDOWN;

  HAL_GPIO_Init(GPIOA, &GPIO_InitStruct);

 

  GPIO_InitStruct.Pin = GPIO_PIN_0 | GPIO_PIN_1;

  GPIO_InitStruct.Mode = GPIO_MODE_OUTPUT_PP;

  GPIO_InitStruct.Pull = GPIO_NOPULL;

  GPIO_InitStruct.Speed = GPIO_SPEED_FREQ_LOW;

  HAL_GPIO_Init(GPIOB, &GPIO_InitStruct);

}

 

void Error_Handler(void)

{

  __disable_irq();

  while (1)

  {

  }

}

 

#ifdef USE_FULL_ASSERT

void assert_failed(uint8_t *file, uint32_t line)

{

}

#endif


5. Kondisi

(Percobaan 3 Kondisi 7) 

Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 3 dengan kondisi ketika Infrared sensor mendeteksi benda dan Touch sensor tidak mendeteksi sentuhan, maka LED menyala terus namun Buzzer tetap mati


6. Video simulasi


7. Download File

Download HTML klik disini 
Download file rangkaian klik disini
Download video Simulasi klik disini
Download Datasheet Push Button klik disini
Download Datasheet LED klik disini
Download Datasheet Resistor klik disini
Download Datasheet STM32F103C8T6 klik disini


LA 2 MODUL 1

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Prosedur 2. Hardware dan diagram blok 3. Rangkaian simulasi dan prinsip kerja 4. F...