Rabu, 29 April 2026

LA 2 MODUL 2



Laporan Akhir 1 Modul 2
Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 4 dengan kondisi ketika Push Button ditekan dan ditahan selama 3 detik, maka akan masuk ke Mode Tidur di mana LED berkedip lalu mati total..


1. Prosedur
1. Sediakan alat dan bahan percobaan

2. Rangkailah rangkaian di breadboard

3. masukkan listing program ke aplikasi STM32 IDE

4. Hubungkan rangkaian dengan software dengan kabel usb ke micro STM32 NUCLEO

5. Jalankan program

2. Hardware dan diagram blok

a. Hardware

1. NUCLEO C031C6





Gambar Mikrokontroler NUCLEO C031C6

STM32 adalah keluarga mikrokontroler 32-bit berbasis inti ARM Cortex-M yang diproduksi oleh STMicroelectronics, menawarkan kinerja tinggi, efisiensi energi, dan konektivitas lengkap. Populer untuk IoT, otomotif, dan industri, STM32 unggul dibanding mikrokontroler 8-bit (seperti Arduino) dengan kecepatan tinggi (72 MHz+). Seri populer, seperti STM32F103 "Blue Pill", diprogram via STM32CubeIDE atau Arduino IDE

2. Push Button



(a)                                                                    (b)
Gambar push button (a) tampilan hardware, (b) tampilan simulasi

Push button adalah saklar mekanis yang digunakan untuk menghubungkan atau memutuskan arus listrik ketika ditekan. Push button sering digunakan dalam kontrol rangkaian elektronik, seperti tombol power, reset, atau input manual dalam sistem mikrokontroler.


3. LED

                            (a)                                                                         (b)
Gambar LED (a) tampilan hardware, (b) tampilan simulasi

LED adalah dioda semikonduktor yang dapat memancarkan cahaya ketika dialiri arus listrik. LED digunakan dalam berbagai aplikasi seperti indikator elektronik, pencahayaan, dan display. LED hanya bekerja pada arah bias maju dan memiliki berbagai warna yang ditentukan oleh material semikonduktornya.

4. Resistor


                (a)                                                                       (b)
Gambar resistor (a) tampilan hardware, (b) tampilan simulasi

Resistor adalah komponen elektronik pasif yang berfungsi untuk membatasi arus listrik dalam suatu rangkaian. Resistor bekerja berdasarkan hukum Ohm, yang menyatakan bahwa tegangan (V) = arus (I) × resistansi (R). Resistor memiliki satuan Ohm (Ω) dan digunakan dalam berbagai aplikasi seperti pembagian tegangan, kontrol arus, dan proteksi rangkaian elektronik.

5. LDR sensor








LM35 adalah sensor suhu analog presisi tinggi yang menghasilkan output tegangan linear sebanding dengan suhu Celcius (

), dengan rentang pengukuran 

 hingga 

. Sensor ini bekerja pada tegangan 

, mudah dirangkai, dan populer digunakan pada sensor suhu arduino karena tidak memerlukan kalibrasi eksternal.

6. Kipas DC




Kipas DC (Direct Current) adalah kipas pendingin efisien yang menggunakan arus searah, umumnya beroperasi pada 5V, 12V, atau 24V. Kipas ini 70% lebih hemat energi daripada kipas AC, ideal untuk pendinginan komponen elektronik (PC, LED)

7. Motor Driver l298N









Motor driver L298N adalah modul penggerak motor DC dan stepper populer berteknologi H-Bridge untuk mengontrol kecepatan dan arah putaran dua motor DC secara independen



b. Diagram Blok


3. Rangkaian simulasi dan prinsip kerja






Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 4 dengan kondisi ketika Push Button ditekan dan ditahan selama 3 detik, maka akan masuk ke Mode Tidur di mana LED berkedip lalu mati total..

Prinsip Kerja :

Prinsip kerja rangkaian kontrol suhu ruangan ini dimulai ketika sensor suhu LM35 Temperature Sensor mendeteksi temperatur ruangan dan mengubahnya menjadi tegangan analog yang sebanding dengan besar suhu. Tegangan analog tersebut masuk ke mikrokontroler STM32 Microcontroller melalui pin ADC untuk dikonversi menjadi data digital dan diolah sesuai nilai setpoint yang ditentukan. Jika suhu ruangan melebihi batas yang ditetapkan, STM32 mengirimkan sinyal kontrol ke driver motor L298 Motor Driver untuk mengaktifkan motor atau kipas DC Motor sebagai pendingin ruangan. Kecepatan putaran kipas dapat diatur menggunakan sinyal PWM dari timer internal STM32, sehingga pendinginan dapat menyesuaikan besarnya suhu yang terdeteksi. Ketika suhu kembali normal, STM32 mengurangi kecepatan kipas atau mematikannya. Dengan demikian, rangkaian bekerja sebagai sistem kontrol suhu otomatis berbasis sensor, mikrokontroler, dan aktuator pendingin.

4. Flowchart dan Listing Program
a. Flowchart






b. Listing Program

#include "main.h"

void SystemClock_Config(void);

static void MX_GPIO_Init(void);

int main(void)

{

HAL_Init();

  SystemClock_Config();

  MX_GPIO_Init();

 

  while (1)

  {

    if (HAL_GPIO_ReadPin(GPIOA, GPIO_PIN_0) == GPIO_PIN_RESET)

    {

      HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_RESET);

      HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_RESET);

      HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_2, GPIO_PIN_RESET);

    }

    else

    {

      if (HAL_GPIO_ReadPin(GPIOA, GPIO_PIN_1) == GPIO_PIN_RESET)

      {

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_SET);

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_RESET);

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_2, GPIO_PIN_RESET);

      }

      else

      {

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_RESET);

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_SET);

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_2, GPIO_PIN_SET);

      }

    }

 

    HAL_Delay(50);

  }

}

 

void SystemClock_Config(void)

{

  RCC_OscInitTypeDef RCC_OscInitStruct = {0};

  RCC_ClkInitTypeDef RCC_ClkInitStruct = {0};

 

  RCC_OscInitStruct.OscillatorType = RCC_OSCILLATORTYPE_HSI;

  RCC_OscInitStruct.HSIState = RCC_HSI_ON;

  RCC_OscInitStruct.HSICalibrationValue = RCC_HSICALIBRATION_DEFAULT;

 

  if (HAL_RCC_OscConfig(&RCC_OscInitStruct) != HAL_OK)

  {

    Error_Handler();

  }

 

  RCC_ClkInitStruct.ClockType = RCC_CLOCKTYPE_HCLK |

RCC_CLOCKTYPE_SYSCLK

                              | RCC_CLOCKTYPE_PCLK1;

 

  RCC_ClkInitStruct.SYSCLKSource = RCC_SYSCLKSOURCE_HSI;

  RCC_ClkInitStruct.AHBCLKDivider = RCC_SYSCLK_DIV1;

  RCC_ClkInitStruct.APB1CLKDivider = RCC_HCLK_DIV1;

 

  if (HAL_RCC_ClockConfig(&RCC_ClkInitStruct, FLASH_LATENCY_0) !=

HAL_OK)

  {

    Error_Handler();

  }

}

 

static void MX_GPIO_Init(void)

{

  GPIO_InitTypeDef GPIO_InitStruct = {0};

 

  __HAL_RCC_GPIOA_CLK_ENABLE();

  __HAL_RCC_GPIOB_CLK_ENABLE();

 

  GPIO_InitStruct.Pin = GPIO_PIN_0 | GPIO_PIN_1;

  GPIO_InitStruct.Mode = GPIO_MODE_INPUT;

  GPIO_InitStruct.Pull = GPIO_PULLDOWN;

  HAL_GPIO_Init(GPIOA, &GPIO_InitStruct);

 

  GPIO_InitStruct.Pin = GPIO_PIN_0 | GPIO_PIN_1 | GPIO_PIN_2;

  GPIO_InitStruct.Mode = GPIO_MODE_OUTPUT_PP;

  GPIO_InitStruct.Pull = GPIO_NOPULL;

  GPIO_InitStruct.Speed = GPIO_SPEED_FREQ_LOW;

  HAL_GPIO_Init(GPIOB, &GPIO_InitStruct);

}

 

void Error_Handler(void)

{

  __disable_irq();

  while (1)

  {

  }

}

#ifndef __MAIN_H

#define __MAIN_H

 

#ifdef __cplusplus

extern "C" {

#endif

 

#include "stm32c0xx_hal.h"

 

void Error_Handler(void);

 

#define BUTTON_REVERSE_Pin       GPIO_PIN_0

#define BUTTON_REVERSE_GPIO_Port GPIOA

 

#define IR_SENSOR_Pin            GPIO_PIN_1

#define IR_SENSOR_GPIO_Port      GPIOA

#define LED_GREEN_Pin            GPIO_PIN_0

#define LED_GREEN_GPIO_Port      GPIOB

 

#define LED_RED_Pin              GPIO_PIN_1

#define LED_RED_GPIO_Port        GPIOB

 

#define BUZZER_Pin               GPIO_PIN_2

#define BUZZER_GPIO_Port         GPIOB

 

#ifdef __cplusplus

}

#endif

 

#endif



5. Video demo






6. Analisa
















7. Download File
Download HTML klik disini 
Download file Analisa klik disini
Download video Demo klik disini 
Download Datasheet Sensor PIR klik disini
Download Datasheet LED klik disini
Download Datasheet Resistor klik disini
Download Datasheet IC NUCLEO C031C6 klik disini

Selasa, 28 April 2026

LA 1 MODUL 2



Laporan Akhir 1 Modul 2
Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 4 dengan kondisi ketika Push Button ditekan dan ditahan selama 3 detik, maka akan masuk ke Mode Tidur di mana LED berkedip lalu mati total..


1. Prosedur
1. Sediakan alat dan bahan percobaan

2. Rangkailah rangkaian di breadboard

3. masukkan listing program ke aplikasi STM32 IDE

4. Hubungkan rangkaian dengan software dengan kabel usb ke micro STM32 NUCLEO

5. Jalankan program

2. Hardware dan diagram blok

a. Hardware

1. NUCLEO C031C6



Gambar Mikrokontroler NUCLEO C031C6

NUCLEO-C031C6 merupakan sebuah board pengembangan dari STMicroelectronics yang menggunakan mikrokontroler STM32C031C6 berbasis ARM Cortex-M0+ dengan kecepatan hingga 48 MHz. 

2. Push Button



(a)                                                                    (b)
Gambar push button (a) tampilan hardware, (b) tampilan simulasi

Push button adalah saklar mekanis yang digunakan untuk menghubungkan atau memutuskan arus listrik ketika ditekan. Push button sering digunakan dalam kontrol rangkaian elektronik, seperti tombol power, reset, atau input manual dalam sistem mikrokontroler.


3. LED

                            (a)                                                                         (b)
Gambar LED (a) tampilan hardware, (b) tampilan simulasi

LED adalah dioda semikonduktor yang dapat memancarkan cahaya ketika dialiri arus listrik. LED digunakan dalam berbagai aplikasi seperti indikator elektronik, pencahayaan, dan display. LED hanya bekerja pada arah bias maju dan memiliki berbagai warna yang ditentukan oleh material semikonduktornya.

4. Resistor


                (a)                                                                       (b)
Gambar resistor (a) tampilan hardware, (b) tampilan simulasi

Resistor adalah komponen elektronik pasif yang berfungsi untuk membatasi arus listrik dalam suatu rangkaian. Resistor bekerja berdasarkan hukum Ohm, yang menyatakan bahwa tegangan (V) = arus (I) × resistansi (R). Resistor memiliki satuan Ohm (Ω) dan digunakan dalam berbagai aplikasi seperti pembagian tegangan, kontrol arus, dan proteksi rangkaian elektronik.

5. LDR sensor






LDR (Light Dependent Resistor) adalah sensor cahaya yang resistansinya berubah berdasarkan intensitas cahaya: resistansi rendah (sekitar 1 k

) saat terang dan tinggi (bisa mencapai mega ohm) saat gelap. Komponen ini banyak digunakan dalam rangkaian otomatis seperti lampu taman atau lampu jalan yang menyala saat sore dan mati saat pagi.

6.Buzzer


Buzzer adalah komponen elektronik yang berfungsi untuk menghasilkan bunyi atau suara sebagai indikator dalam suatu rangkaian. Buzzer biasanya digunakan sebagai alarm, notifikasi, atau penanda kondisi tertentu, misalnya ketika sistem aktif, terjadi kesalahan, atau ada input dari pengguna.

Secara umum, buzzer bekerja dengan mengubah sinyal listrik menjadi getaran mekanik yang kemudian menghasilkan gelombang suara. Ketika diberi tegangan, elemen di dalam buzzer akan bergetar dengan frekuensi tertentu sehingga terdengar bunyi “beep”.

Terdapat dua jenis buzzer yang sering digunakan, yaitu buzzer aktif dan buzzer pasif. Buzzer aktif memiliki rangkaian osilator internal sehingga cukup diberi tegangan langsung untuk menghasilkan suara, sedangkan buzzer pasif memerlukan sinyal PWM atau frekuensi tertentu dari mikrokontroler agar dapat menghasilkan bunyi.


b. Diagram Blok


3. Rangkaian simulasi dan prinsip kerja




Buatlah rangkaian seperti pada gambar percobaan 4 dengan kondisi ketika Push Button ditekan dan ditahan selama 3 detik, maka akan masuk ke Mode Tidur di mana LED berkedip lalu mati total..

Prinsip Kerja :

Rangkaian tersebut bekerja dengan memanfaatkan mikrokontroler pada board NUCLEO-C031C6 sebagai pusat kendali yang menerima input dari push button dan slide switch, lalu mengontrol LED RGB dan buzzer sebagai output. Push button berfungsi sebagai pemicu (trigger) yang saat ditekan akan mengirimkan sinyal logika ke pin input mikrokontroler, di mana resistor digunakan sebagai pull-down atau pull-up untuk menjaga kestabilan logika agar tidak floating. Slide switch berperan sebagai pemilih kondisi atau mode, yaitu menentukan apakah rangkaian dalam keadaan aktif atau tidak.

Ketika kondisi input terpenuhi, misalnya switch dalam posisi ON dan tombol ditekan, mikrokontroler akan memproses sinyal tersebut dan mengaktifkan output berupa LED RGB serta buzzer. LED RGB akan menyala dengan warna tertentu sesuai pengaturan pin output (merah, hijau, atau biru), sedangkan buzzer akan berbunyi sebagai indikator suara. Sebaliknya, jika switch dimatikan atau tidak ada input dari tombol, maka mikrokontroler tidak memberikan sinyal ke output sehingga LED padam dan buzzer tidak berbunyi.

Dengan demikian, prinsip kerja rangkaian ini adalah sistem kontrol sederhana berbasis input (switch dan tombol) yang diproses oleh mikrokontroler untuk menghasilkan output berupa cahaya (LED RGB) dan suara (buzzer).


4. Flowchart dan Listing Program
a. Flowchart




b. Listing Program

#include "main.h"

void SystemClock_Config(void);

static void MX_GPIO_Init(void);

int main(void)

{

HAL_Init();

  SystemClock_Config();

  MX_GPIO_Init();

 

  while (1)

  {

    if (HAL_GPIO_ReadPin(GPIOA, GPIO_PIN_0) == GPIO_PIN_RESET)

    {

      HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_RESET);

      HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_RESET);

      HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_2, GPIO_PIN_RESET);

    }

    else

    {

      if (HAL_GPIO_ReadPin(GPIOA, GPIO_PIN_1) == GPIO_PIN_RESET)

      {

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_SET);

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_RESET);

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_2, GPIO_PIN_RESET);

      }

      else

      {

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_0, GPIO_PIN_RESET);

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_1, GPIO_PIN_SET);

        HAL_GPIO_WritePin(GPIOB, GPIO_PIN_2, GPIO_PIN_SET);

      }

    }

 

    HAL_Delay(50);

  }

}

 

void SystemClock_Config(void)

{

  RCC_OscInitTypeDef RCC_OscInitStruct = {0};

  RCC_ClkInitTypeDef RCC_ClkInitStruct = {0};

 

  RCC_OscInitStruct.OscillatorType = RCC_OSCILLATORTYPE_HSI;

  RCC_OscInitStruct.HSIState = RCC_HSI_ON;

  RCC_OscInitStruct.HSICalibrationValue = RCC_HSICALIBRATION_DEFAULT;

 

  if (HAL_RCC_OscConfig(&RCC_OscInitStruct) != HAL_OK)

  {

    Error_Handler();

  }

 

  RCC_ClkInitStruct.ClockType = RCC_CLOCKTYPE_HCLK |

RCC_CLOCKTYPE_SYSCLK

                              | RCC_CLOCKTYPE_PCLK1;

 

  RCC_ClkInitStruct.SYSCLKSource = RCC_SYSCLKSOURCE_HSI;

  RCC_ClkInitStruct.AHBCLKDivider = RCC_SYSCLK_DIV1;

  RCC_ClkInitStruct.APB1CLKDivider = RCC_HCLK_DIV1;

 

  if (HAL_RCC_ClockConfig(&RCC_ClkInitStruct, FLASH_LATENCY_0) !=

HAL_OK)

  {

    Error_Handler();

  }

}

 

static void MX_GPIO_Init(void)

{

  GPIO_InitTypeDef GPIO_InitStruct = {0};

 

  __HAL_RCC_GPIOA_CLK_ENABLE();

  __HAL_RCC_GPIOB_CLK_ENABLE();

 

  GPIO_InitStruct.Pin = GPIO_PIN_0 | GPIO_PIN_1;

  GPIO_InitStruct.Mode = GPIO_MODE_INPUT;

  GPIO_InitStruct.Pull = GPIO_PULLDOWN;

  HAL_GPIO_Init(GPIOA, &GPIO_InitStruct);

 

  GPIO_InitStruct.Pin = GPIO_PIN_0 | GPIO_PIN_1 | GPIO_PIN_2;

  GPIO_InitStruct.Mode = GPIO_MODE_OUTPUT_PP;

  GPIO_InitStruct.Pull = GPIO_NOPULL;

  GPIO_InitStruct.Speed = GPIO_SPEED_FREQ_LOW;

  HAL_GPIO_Init(GPIOB, &GPIO_InitStruct);

}

 

void Error_Handler(void)

{

  __disable_irq();

  while (1)

  {

  }

}

#ifndef __MAIN_H

#define __MAIN_H

 

#ifdef __cplusplus

extern "C" {

#endif

 

#include "stm32c0xx_hal.h"

 

void Error_Handler(void);

 

#define BUTTON_REVERSE_Pin       GPIO_PIN_0

#define BUTTON_REVERSE_GPIO_Port GPIOA

 

#define IR_SENSOR_Pin            GPIO_PIN_1

#define IR_SENSOR_GPIO_Port      GPIOA

#define LED_GREEN_Pin            GPIO_PIN_0

#define LED_GREEN_GPIO_Port      GPIOB

 

#define LED_RED_Pin              GPIO_PIN_1

#define LED_RED_GPIO_Port        GPIOB

 

#define BUZZER_Pin               GPIO_PIN_2

#define BUZZER_GPIO_Port         GPIOB

 

#ifdef __cplusplus

}

#endif

 

#endif



5. Video demo




6. Analisa
















7. Download File
Download HTML klik disini 
Download file Analisa klik disini
Download video Demo klik disini 
Download Datasheet Sensor PIR klik disini
Download Datasheet LED klik disini
Download Datasheet Resistor klik disini
Download Datasheet IC NUCLEO C031C6 klik disini

LA 2 MODUL 2

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Prosedur 2. Hardware dan diagram blok 3. Rangkaian simulasi dan prinsip kerja 4. F...