Minggu, 17 November 2024

TP 2 Modul 4 SisDig



Tugas Pendahuluan 2 Modul 4
(Percobaan 2 Kondisi 3)

1. Kondisi 
Percobaan 2 Kondisi 3
Buatlah rangkaian seperti gambar percobaan 2 dengan menggunakn IC 74249 dan LED Kuning

2. Gambar Rangkaian Simulasi[Kembali]

Sebelum dijalankan



Setelah dijalankan


3. Video Simulasi[Kembali]


4. Prinsip Kerja[Kembali]

Berdasarkan gambar rangkaian sebelumnya, diketahui prinsip kerjanya adalah sebagai berikut

Prinsip Kerja Rangkaian

  1. Saklar (SW1 - SW7):

    • Saklar-saklar ini digunakan untuk memberikan input ke IC 74LS249. Setiap saklar dihubungkan ke pin input (A, B, C, D) dari IC.
    • Ketika sebuah saklar ditekan, ia akan menghubungkan sinyal input tertentu ke IC, yang kemudian akan diterjemahkan menjadi kombinasi output pada pin output IC.
  2. IC 74LS249:

    • IC ini adalah sebuah BCD (Binary-Coded Decimal) to 7-segment display driver. IC ini mengambil input dalam bentuk BCD dan mengubahnya menjadi sinyal yang sesuai untuk mengendalikan 7-segment display.
    • Setiap kombinasi input BCD (4-bit) akan menghasilkan output yang berbeda pada pin output (QA - QG), yang kemudian akan menghidupkan LED pada 7-segment display.
  3. LED (D1 - D7):

    • LED ini berfungsi sebagai indikator visual yang menampilkan angka berdasarkan kombinasi input yang diberikan melalui saklar.
    • Setiap LED dihubungkan ke pin output dari IC 74LS249 dan akan menyala sesuai dengan sinyal yang diterima dari IC tersebut.

5. Download[Kembali]
Link Rangkaian Simulasi Disini
Link Video Simulasi Disini
Download Datasheet 74LS90 klik disini
Download Datasheet 7439 klik disini


TP 1 Modul 4 SisDig



Tugas Pendahuluan 1 Modul 4
(Percobaan 1 Kondisi 13)

1. Kondisi 
Percobaan 1 Kondisi 13
Buatlah rangkaian seperti gambar percobaan 1 dengan output menjadi 8 bit serta beri diode sebelum led

2. Gambar Rangkaian Simulasi[Kembali]

Sebelum dijalankan



Setelah dijalankan



3. Video Simulasi[Kembali]


4. Prinsip Kerja[Kembali]

Berdasarkan gambar rangkaian sebelumnya, diketahui prinsip kerjanya adalah sebagai berikut

Cara Kerja:

  • Ketika salah satu saklar ditekan, sinyal logika akan dikirim ke gerbang AND.
  • Jika kondisi pada gerbang AND terpenuhi (semua input HIGH), maka output dari gerbang AND akan menjadi HIGH.
  • Sinyal HIGH ini kemudian diumpankan ke input clock dari flip-flop pertama (U1:A).
  • Flip-flop akan merespon sinyal clock sesuai dengan kondisi J dan K inputnya, yang mengubah status Q.
  • Perubahan status Q dari flip-flop pertama akan menjadi sinyal clock untuk flip-flop berikutnya (U1:B), dan seterusnya.
  • Proses ini berlanjut sepanjang deretan flip-flop, menggeser status logika dari satu flip-flop ke flip-flop berikutnya.
  • Setiap kali flip-flop berubah status, LED yang terhubung pada output Q dari flip-flop tersebut akan menyala atau mati sesuai dengan nilai Q.

Kesimpulan:

Rangkaian ini merupakan contoh dari sebuah rangkaian penggeser (shift register) yang menggunakan JK flip-flop untuk menggeser sinyal logika melalui serangkaian flip-flop, dimana setiap flip-flop mengendalikan sebuah LED sebagai indikator statusnya. Saklar digunakan untuk memberikan input logika dan mengendalikan operasi penggeseran.

5. Download[Kembali]
Link Rangkaian Simulasi Disini
Link Video Simulasi Disini
Download Datasheet 74LS90 klik disini
Download Datasheet 7439 klik disini


Modul 4 Sistem Digital



MODUL 4

Shift Register & Seven Segment 

1. Tujuan[Kembali]

  1. Merangkai dan Menguji operasi logika dari counter asyncron dan counter syncronous
  2. Merangkai dan Menguji aplikasi dari sebuah Counter

2. Alat dan Bahan[Kembali]


  1.  Panel DL 2203C 
  2.  Panel DL 2203D 
  3.  Panel DL 2203S 

 4. Jumper

3. Dasar Teori[Kembali]

Counter  
Counter  adalah  sebuah  rangkaian  sekuensial  yang  mengeluarkan  urutan statestate tertentu, yang merupakan aplikasi dari pulsa-pulsa inputnya. Pulsa input dapat berupa pulsa clock atau pulsa yang dibangkitkan oleh sumber eksternal dan muncul pada interval waktu tertentu. Counter banyak digunakan pada peralatan yang berhubungan  dengan  teknologi  digital,  biasanya  untuk menghitung  jumlah kemunculan  sebuah  o kejadian/event  atau  untuk menghitung  pembangkit  waktu. Counter yang mengeluarkan urutan biner dinamakan Biner Counter. Sebuah n-bit binary counter terdiri dari n buah flip-flop, dapat menghitung dari 0 sampai 2n - 1 . Counter secara umum diklasifikasikan atas counter asyncron dan counter syncronous.   
a. Counter Asyncronous   
Counter  Asyncronous  disebut  juga Ripple Through  Counter  atau Counter Serial (Serial Counter), karena output masing-masing flip-flop yang digunakan akan bergulingan (berubah kondisi dan “0” ke “1”) dan sebaliknya secara berurutan atau langkah demi langkah, hal ini disebabkan karena hanya flipflop  yang  paling  ujung  saja  yang  dikendalikan  oleh  sinyal  clock, sedangkan sinyal clock untuk flip-flop lainnya diambilkan dan masing-masing flip-flop sebelumnya.

 

Gambar 3.3 Rangkaian Counter Asyncronous
   

b. Counter Syncronous   
Counter syncronous disebut sebagai Counter parallel, output flipflop yang digunakan bergulingan secara serempak. Hal ini disebabkan karena masing-masing flip- flop tersebut dikendalikan secara serempak oleh sinyal clock.

 

                           Gambar 3.4 Rangkaian Counter Syncronous

Rabu, 06 November 2024

LA 2 Modul 3 SisDig



Laporan Akhir 2 Modul 3
Percobaan 2


1. Jurnal [Kembali]











2. Alat dan Bahan [Kembali]

2.1 Alat
a.. Jumper
Gambar 2. Jumper

b.Panel DL 2203D 
c.Panel DL 2203C 
d.Panel DL 2203S
Gambar 3. Modul De Lorenzo


2.2 Bahan (proteus) [kembali]

a. IC 74LS112 (JK filp flop)

Gambar 4. IC 74LS112


b. Power DC

Gambar 5. Power DC

c. Switch (SW-SPDT)

Gambar 6. Switch


d. Logicprobe atau LED
Gambar 7. Logic Probe



3. Rangkaian[Kembali]

Percobaan 2 Asynchronous Binary Counter 

Gambar 10. Rangkaian  Proteus Asynchronous Binary Counter Percobaan 2a

Gambar 11. Rangkaian  Proteus Asynchronous Binary Counter Percobaan 2a





4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]

Pada IC 74LS90,kaki CKA terhubung ke clock yang berguna sebagai pengatur  keluaran dari Q0 sedangkan kaki CKB terhubung ke  Clock yang berguna  sebagai pengatur keluaran  dari Q1,Q2,dan Q3.

    Dapat dilihat pada percobaan 2a, CKA dan CKB nya menerima inputan dari clock.

    Kaki  R0(1) dan R0(2) memjliki logika 0, sedangkan  R9(1) dan R9(2) berlogika 0 dan 1.Hal ini mengakibatkan output Q akan mangalami counter bilangan desimal, yang dapat dilihat pada output berupa LED yang menyala secara acak.

    Untuk  percobaan 2b sendiri,  rangkaian yang kita gunakan  adalah rangkaian Asyncronus yang mengakibatkan kaki CKB menerima input dari output  kaki CKA sehingga nilai CKB tergantung pada nilai CKA di IC 74LS90.

sedangkan untuk R0 yang merupakan kaki reset dan R9 yang merupakan kaki set,kedua kaki tersebut mempengaruhi  perubahan yang terjadi pada keluaran  Q sehingga nilai yang dihasilkan bervariasi.

    Pada  IC 7439,kaki CKA yang berupa inputan A terhubung ke  clock  berfungsi sebagai pengatur keluaran Q0 sedangkan kaki CKB yang berupa inputan B juga terhubung ke  Clock  berfungsi sebagai pengatur keluaran dari Q1,Q2,dan Q3.

      Pada percobaan 2a, CKA dan CKB masing-masing menerima input dari clock. R0(1) dan R0(2)  berlogika 1 dan 0. Hal inilah yang menyebabkan,  keluaran Q mengalami counter dari 0000-1111 secara tidak berurutan dimana hasilnya dapat  dilihat pada tampilan LED yang menyala.

  Begitu juga pada percobaan 2b , rangkaian yang digunakan adalah rangkaian Asyncronus,  dimana CKB menerima input dari output CKA sehingga nilai CKB tergantung pada nilai CKA IC 74LS90.


5. Video Rangkaian [Kembali]

    Percobaan 2






5. Analisa [Kembali]













5. Link Download [Kembali]
Download scan Laporan Akhir klik disini
Download Simulasi Rangkaian klik disini
Download Video klik disini
Download HTML klik disini
Download Datasheet JK Flip Flop klik disini
Download Datasheet LED klik disini
Download Datasheet Resistor klik disini
Download Datasheet Switch klik disini




LA 1 Modul 3 SisDig



Laporan Akhir 1 Modul 1
Percobaan 1


1. Jurnal [Kembali]





2. Alat dan Bahan [Kembali]

2.1 Alat
a.. Jumper
Gambar 2. Jumper

b.Panel DL 2203D 
c.Panel DL 2203C 
d.Panel DL 2203S
Gambar 3. Modul De Lorenzo


2.2 Bahan (proteus) [kembali]

a. IC 74LS112 (JK filp flop)

Gambar 4. IC 74LS112


b. Power DC

Gambar 5. Power DC

c. Switch (SW-SPDT)

Gambar 6. Switch


d. Logicprobe atau LED
Gambar 7. Logic Probe



3. Rangkaian[Kembali]

Counter  Asyncronous  disebut  juga Ripple Through  Counter  atau Counter Serial (Serial Counter), karena output masing-masing flip-flop yang digunakan akan bergulingan (berubah kondisi dan “0” ke “1”) dan sebaliknya secara berurutan atau langkah demi langkah, hal ini disebabkan karena hanya flipflop  yang  paling  ujung  saja  yang  dikendalikan  oleh  sinyal  clock, sedangkan sinyal clock untuk flip-flop lainnya diambilkan dan masing-masing flip-flop sebelumnya.

Gambar 8. Rangkaian Proteus

Gambar 9. Gambar Rangkaian Percobaan 1 Modul 3





4. Prinsip Kerja Rangkaian [Kembali]
Pada rangkaian ini kita menggunakan JK Flip Flop, Logicprobe, dan Saklar SPDT
  • Rangkaian dibuat secara asinkronus counter karena hanya flip flop pertama yang clock nya langsung dikendalikan oleh sinyal clock, sedangkan yang lain bergantung pada output pada flip flop sebelumnya. 
  • Input J dan K pada semua flip flop dihubungkan ke VCC dan input CLK flip flop disesuaikan seperti pada gambar. 
  • Keadaan awal semua nilai adalah 0, ketika clock diberikan ke flip flop 1, terjadi falltime dan ouput berubah dari 0 ke 1, untuk ouput kedua karena masukan adalah 1, tidak terjadi perubahan, maka tetap 0,  begitupun seterusnya hingga counter terjadi

5. Video Rangkaian [Kembali]

    Percobaan 1










5. Analisa [Kembali]







5. Link Download [Kembali]
Download scan Laporan Akhir klik disini
Download Simulasi Rangkaian klik disini
Download Video klik disini
Download HTML klik disini
Download Datasheet JK Flip Flop klik disini
Download Datasheet LED klik disini
Download Datasheet Resistor klik disini
Download Datasheet Switch klik disini




MODUL 4 PROJECT

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Pendahuluan 2. Tujuan 3. Alat dan Komponen 4. Landasan Teori 5. Flowchart 6. L...