Senin, 13 November 2023

LPF-20db




1. Jurnal[Kembali]






2. Prinsip Kerja[Kembali]

Gambar Rangkaian LPF -20 dB
Prinsip Kerja

Rangkaian LPF yang dibuat disini adalah orde satu, rangkaian ini dapat dibuat dari satu tahanan dan satu kapasitor. Arus input masuk ke R1 sebesar 10k ohm yang diparalelkan dengan kapasitor sebesar 100 nano Farad. Untuk mencari frekuensi menggunakan persamaan f = 1/2phiRC, maka kita terlebih dahulu mencari WC = 1/RC, sehingga didapatkan fc nya sebesar 159,1549 Hz. Filter orde satu ini mempunyai pita transisi dengan kemiringan -20 dB/dekade atau –6 dB/oktav. Penguatan tegangan untuk frekuensi lebih rendah dari frekuensi cut off adalah: Av = - R2 / R1 sementara besarnya frekuensi cut off didapat dari: fC = 1 / (2.R2C1). Hasil dari rumus ini mendapatkan frekuensi dan dapat dilihat dB pada tabel grafik frekuensi respon, gelombang low pass filter dapat dilihat pada osiloskop.   

3. Video Percobaan[Kembali]



4. Analisa[Kembali]

Analisa prinsip kerja dari LPF berdasarkan tegangan input, output, frekuensi cut off, dan gelombang hasil percobaan

Jawab :

a. Tegangan Input (Vin)

Tegangan input (Vin) adalah sinyal yang akan di-filter oleh LPF. Sinyal ini mungkin terdiri dari berbagai frekuensi, tetapi LPF akan memungkinkan sinyal dengan frekuensi rendah untuk melewati.

b. Tegangan Output (Vout)

Tegangan output adalah sinyal keluaran dari LPF setelah proses penyaringan. Prinsip kerja LPF adalah untuk melewati komponen frekuensi rendah dari sinyal input dengan amplitudo yang hampir sama dengan masukan, sementara komponen frekuensi tinggi akan dihilangkan atau diattenuasi. Sebagai hasilnya, Vout akan memiliki komponen frekuensi rendah yang dominan.

c. Frekuensi Cutoff (Fc)

Frekuensi cutoff (Fc) adalah frekuensi pada titik di mana respons LPF mulai mengurangi amplitudo sinyal secara signifikan. Di bawah Fc, sinyal melewati LPF dengan sedikit penurunan amplitudo, sementara di atas Fc, amplitudo sinyal akan mulai turun secara dramatis. Fc adalah parameter yang dapat disesuaikan dalam desain LPF dan menentukan batasan frekuensi sinyal yang akan diteruskan atau diblokir oleh LPF.

d. Gelombang Hasil Percobaan

Hasil gelombang dari percobaan LPF akan menunjukkan bagaimana sinyal masukan berubah setelah melewati LPF. Dalam grafik gelombang hasil percobaan, kita akan melihat bahwa jika sinyal input memiliki frekuensi di bawah Fc, maka sinyal output akan hampir identik dengan input, dengan sedikit penurunan amplitudo karena kehilangan energi selama proses filter. Namun, jika sinyal input memiliki frekuensi di atas Fc, maka sinyal output akan mengalami penurunan amplitudo yang signifikan, yang semakin membesar seiring dengan kenaikan frekuensi.

Data Perhitungan:

                                                                                



5. Video Penjelasan[Kembali]


6. Download File[Kembali]

Download Rangakaian LPF -20 dB (Disini)

Download Video Percobaan Rangakaian LPF -20 dB (Disini)

Download Video Penjelasan Rangakaian LPF -20 dB (Disini)

Datasheet Resistor (Disini)

Datasheet Kapasitor. (Disini)

Datasheet Op-Amp (Disini)

Datasheet Osiloskop  (Disini)

M4 FILTER





1. Tujuan[Kembali]

1.          Mengetahui prinsip kerja LPF (Low Pass Filter)

2.          Mengetahui prinsip kerja HPF (High Pass Filter)

2. Dasar Teori[Kembali]

Rangkaian filter adalah suatu rangkaian listrik yang berfumgsi untuk melewatkan sinyal listrik dengan rentang frekuensi tertentu. Apabila terdapat sinyal listrik yang tidak sesuai dengan frekuensi yang diinginkan maka sinyal listrik tersebut tidak akan dilewatkan. Rangkaian filter dapat diaplikasikan secara luas, baik untuk menyaring sinyal pada frekuensi rendah, frekuensi tinggi, atau pada frekuensi-frekuensi tertentu. 

      Rangkaian filter dapat dikelompokkan menjadi filter pasif dan filter aktif, tergantung dari komponen yang digunakan. Apabila menggunakan komponen aktif, seperti transistor dan dioda maka dinamakan filter aktif. Sementara jika menggunakan komponen pasif seperti induktor, resistor, dan kapasitor maka dinamakan filter pasif. Berdasarkan respon frekuensi, rangkaian filter dapat dikelompokkan menjadi:

  1. LPF (Low Pass Filter)

      Low pass filter (LPF) merupakan jenis filter yang berfungsi untuk meneruskan sinyal listrik yang frekuensinya berada dibawah frekuensi tertentu, diatasfrekuensi tersebut (frekuensi cut off) maka sinyal akan diredam. Low pass filter memberikan redaman yang sangat kecil pada frekuensi di bawah frekuensi cut-off yang telah ditentukan,sedangkan frekuensi di atasfrekuensi cut-off akan mendapatkanredaman yang sangat besar. Lebih sederhananya hanya frekuensi rendah saja yang dapat melewati rangkaian filter ini.


    Gambar 4.1 Rangkaian LPF dan Grafik Respon Frekuensi LPF

     

          Frekuensi cut-off (fc) dari Low Pass Filter (LPF) dengan RC dapat dituliskan dalam persamaan matematik sebagai berikut. 

     

          Tegangan output (Vout) filter pasif LPF seperti terlihat pada rangkaian diatas dapat diekspresikan dalam persamaan matematis sebagai berikut. 



  2. HPF (High Pass Filter)

     High pass filter (HPF) berfungsi untuk meneruskan sinyal di atas frekuensi cut off sedangkan yang berada dibawah frekuensi cut off diredam. Jenis filter ini memberikan redaman sangat kecil pada frekuensi di atas frekuensi cut-off yang telah ditentukan, sedangkan frekuensi di bawah frekuensi cut-off akan mendapatkan redaman yang sangat besar. Lebih sederhananya, hanya frekuensi tinggi saja yang dapat melewati rangkaian filter ini.

     

    Gambar 4.2Rangkaian HPF dan Grafik Respon Frekuensi HPF

     

    Frekuensi cut-off (fc) rangkaian high pass filter adalah:

     

3. Alat dan Bahan[Kembali]

 A. Alat 

    a).  Multimeter



    b). Jumper

      c) Osiloskop

       d) Function generator



B. Bahan

a) Module RS-A04 Operational Amplifier 2


b) Resitor



4. Tugas Pendahuluan

5. Prosedur Percobaan[Kembali]

 4.1 LPF -20dB

1.    Carilah rangkaian LPF -20dB di dalam module RS-A04 Operational Amplifier 2

2.    Hubungkan catu daya modul RS-A04 Opertational Amplifier 2.

3.    Hubungkan function generator ke modul RS-A04 Opertational Amplifier 2.

4.    Hubungkan probe pertama osiloskop ke V1 dan probe kedua pada Vo.

5.    Atur frekuensi sesuai dengan jurnal 100Hz-1kHz.

6.    Perhatikan gambar sinyal pada osiloskop.

7.    Ukur tegangan input dan output menggunakan multimeter.

8.    Catat hasil praktikum ke jurnal yang telah disediakan.

            4.2 LPF -40dB

1.    Carilah rangkaian LPF -40dB di dalam module RS-A04 Operational Amplifier 2

2.    Hubungkan catu daya modul RS-A04 Operational Amplifier 2.

3.    Hubungkan function generator ke modul RS-A04 Operational Amplifier 2.

4.    Hubungkan probe pertama osiloskop ke V1 dan probe kedua pada Vo.

5.    Atur frekuensi sesuai dengan jurnal 200Hz-1kHz.

6.    Perhatikan gambar sinyal pada osiloskop.

7.    Ukur tegangan input dan output menggunakan multimeter.

8.    Catat hasil praktikum ke jurnal yang telah disediakan.

4.3 HPF 20dB

1.    Carilah rangkaian HPF 20dB di dalam module RS-A04 Operational Amplifier 2

2.    Hubungkan catu daya modul RS-A04 Operational Amplifier 2.

3.    Hubungkan function generator ke modul RS-A04 Operational Amplifier 2.

4.    Hubungkan probe pertama osiloskop ke V1 dan probe kedua pada Vo.

5.    Atur frekuensi sesuai dengan jurnal 200Hz-1kHz.

6.    Perhatikan gambar sinyal pada osiloskop.

7.    Ukur tegangan input dan output menggunakan multimeter.

8.    Catat hasil praktikum ke jurnal yang telah disediakan.

4.4 HPF 40dB

1.    Carilah rangkaian HPF 40dB di dalam module RS-A04 Operational Amplifier 2

2.    Hubungkan catu daya modul RS-A04 Operational Amplifier 2.

3.    Hubungkan function generator ke modul RS-A04 Operational Amplifier 2.

4.    Hubungkan probe pertama osiloskop ke V1 dan probe kedua pada Vo.

5.    Atur frekuensi sesuai dengan jurnal 100Hz-1kHz.

6.    Perhatikan gambar sinyal pada osiloskop.

7.    Ukur tegangan input dan output menggunakan multimeter.

8.    Catat hasil praktikum ke jurnal yang telah disediakan.

LINK DOWNLOAD HTML disini

LINK DOWNLOAD TUGAS PENDAHULUAN

Minggu, 12 November 2023

TUGAS PENDAHULUAN M4 FILTER




1. Soal[Kembali]

1. Jelaskan pengertian dari filter dan sebutkan jenis-jenis filter! 

2. Bagaimana prinsip kerja dari Low Pass Filter (LPF) dan High Pass Filter (HPF)? 

3. Apa yang dimaksud dengan frekuensi cut-off dan jelaskan persamaannya? 

4. Gambarkan rangkaian dan grafik respon dari Low Pass Filter (LPF)? 

5. Gambarkan rangkaian dan grafik respon dari High Pass Filter (HPF)? 

Rangkaian: • Buatlah rangkaian HPF 

                   • Buatlah rangkaian LPF 

                   • (Masing-masing rangkaian dilengkapi dengan signal generator dan osiloskop)


2. Prinsip Kerja[Kembali]

1. Pengertian dan jenis-jenis filter

    Filter adalah suatu alat atau perangkat yang digunakan untuk menghilangkan, memisahkan, atau mengubah karakteristik sinyal atau data. Filter digunakan dalam berbagai konteks, termasuk dalam bidang elektronika, pengolahan sinyal, pemrosesan gambar, pemrosesan audio, dan banyak lagi. Tujuan utama filter adalah untuk merubah atau mengolah sinyal input sedemikian rupa sehingga menghasilkan sinyal output dengan karakteristik yang diinginkan.

Jenis-jenis filter yang umum digunakan dapat dikelompokkan menjadi beberapa kategori, termasuk:


    1. Filter Elektronik:

   - Filter Rendah (Low-Pass Filter): Mengizinkan sinyal dengan frekuensi rendah untuk melewati dan mengurangi sinyal dengan frekuensi tinggi.

   - Filter Tinggi (High-Pass Filter): Mengizinkan sinyal dengan frekuensi tinggi untuk melewati dan mengurangi sinyal dengan frekuensi rendah.

   - Filter Bandpass (Band-Pass Filter): Mengizinkan sinyal dalam suatu rentang frekuensi tertentu untuk melewati dan mengurangi sinyal di luar rentang tersebut.

   - Filter Bandstop (Band-Stop Filter atau Notch Filter): Memblokir sinyal dalam suatu rentang frekuensi tertentu dan mengizinkan sinyal di luar rentang tersebut.


    2. Filter Digital:

   - Filter FIR (Finite Impulse Response): Merupakan filter dengan respons impuls terbatas. Koefisien filter adalah konstanta yang dapat diubah.

   - Filter IIR (Infinite Impulse Response): Merupakan filter dengan respons impuls tak terbatas. Memiliki rekursi dalam fungsi transfernya.

   - Filter Median: Menggunakan nilai median dari sinyal input dalam jendela waktu tertentu sebagai outputnya. Biasanya digunakan dalam pemrosesan gambar untuk mengurangi noise.


    3. Filter Pemrosesan Gambar:

   - Filter Konvolusi: Menggunakan operasi konvolusi untuk mengubah karakteristik gambar, seperti     filter Gaussian untuk menghaluskan atau filter Sobel untuk deteksi tepi.

   - Filter Morfologi: Digunakan untuk mengubah bentuk atau struktur objek dalam gambar, seperti dilasi dan erosi.

   - Filter Warna: Digunakan untuk memanipulasi komponen warna dalam gambar, seperti filter RGB, HSV, atau YUV.


    4. Filter Pemrosesan Audio:

   - Filter Graphic Equalizer: Digunakan untuk mengubah respons frekuensi dalam rekaman audio.

   - Filter Notch: Mengurangi atau memblokir frekuensi tertentu dalam audio.

   - Filter Pengurangan Nois: Digunakan untuk mengurangi noise atau gangguan dalam audio.

Setiap jenis filter memiliki aplikasi yang berbeda-beda, dan pemilihan filter yang tepat tergantung pada tujuan pemrosesan sinyal atau data yang ingin dicapai.

    Rangkaian filter adalah suatu rangkaian listrik yang berfungsi untuk melewatkan sinyal listrik dengan rentang frekuensi tertentu. Apabila terdapat sinyal listrik yang tidak sesuai dengan frekuensi yang diinginkan maka sinyal listrik tersebut tidak akan dilewatkan. Rangkaian filter dapat diaplikasikan secara luas, baik untuk menyaring sinyal pada frekuensi rendah, frekuensi tinggi, atau pada frekuensi-frekuensi tertentu. 

    Rangkaian filter dapat dikelompokkan menjadi filter pasif dan filter aktif, tergantung dari komponen yang digunakan. Apabila menggunakan komponen aktif, seperti transistor dan dioda maka dinamakan filter aktif. Sementara jika menggunakan komponen pasif seperti induktor, resistor, dan kapasitor maka dinamakan filter pasif.

Jenis-jenis filter : - LPF (Low Pass Filter)

                             - HPF (High Pass Filter)


2. Prinsip kerja dari Low Pass Filter (LPF) dan High Pass Filter (HPF)

    1. LPF (Low Pass Filter) 

    Low pass filter (LPF) merupakan jenis filter yang berfungsi untuk meneruskan sinyal listrik yang frekuensinya berada dibawah frekuensi tertentu, diatasfrekuensi tersebut (frekuensi cut off) maka sinyal akan diredam. Low pass filter memberikan redaman yang sangat kecil pada frekuensi di bawah frekuensi cut-off yang telah ditentukan,sedangkan frekuensi di atasfrekuensi cut-off akan mendapatkanredaman yang sangat besar. Lebih sederhananya hanya frekuensi rendah saja yang dapat melewati rangkaian filter ini.


Rangkaian LPF dan Grafik Respon Frekuensi LPF

    
2. HPF (High Pass Filter) 

    High pass filter (HPF) berfungsi untuk meneruskan sinyal di atas frekuensi cut off sedangkan yang berada dibawah frekuensi cut off diredam. Jenis filter ini memberikan redaman sangat kecil pada frekuensi di atas frekuensi cut-off yang telah ditentukan, sedangkan frekuensi di bawah frekuensi cut-off akan mendapatkan redaman yang sangat besar. Lebih sederhananya, hanya frekuensi tinggi saja yang dapat melewati rangkaian filter ini.


Rangkaian HPF dan Grafik Respon Frekuensi HPF

3. Pengertian frekuensi cut-off dan persamaannya

    Frekuensi cut-off adalah istilah yang sering digunakan dalam konteks elektronika dan sirkuit listrik, terutama dalam sirkuit filter. Ini merujuk kepada frekuensi tertentu di mana sirkuit filter atau sistem transmisi menghambat atau memotong (cut-off) amplitudo sinyal input. Dalam sirkuit filter, frekuensi cut-off adalah frekuensi di mana amplitudo sinyal output menurun sebanyak 3 dB (decibel) atau setengah dari amplitudo sinyal input.

    Frekuensi cut-off biasanya digunakan dalam sirkuit filter jenis rendah (low-pass), tinggi (high-pass), atau pita-pasang (band-pass), dan nilainya bergantung pada desain sirkuit. Misalnya, dalam sirkuit filter rendah (low-pass), frekuensi cut-off adalah frekuensi di mana sinyal di bawah frekuensi ini melewati hampir tanpa penurunan amplitudo yang signifikan, sementara sinyal di atas frekuensi cut-off akan dihambat.

    Persamaan matematis yang digunakan untuk menggambarkan frekuensi cut-off dalam berbagai jenis sirkuit filter dapat berbeda tergantung pada jenis filternya. Di bawah ini adalah beberapa contoh persamaan frekuensi cut-off untuk filter yang umum digunakan:

     1. Low-pass filter:

         Untuk filter low-pass orde pertama (RC filter), frekuensi cut-off (fc) dapat dihitung menggunakan persamaan:

   Di mana:

   - fc adalah frekuensi cut-off,

   - R adalah resistansi dalam sirkuit, dan

   - C adalah kapasitansi dalam sirkuit.


    2. High-pass filter:

       Untuk filter high-pass orde pertama (RC filter), frekuensi cut-off (fc) juga dapat dihitung menggunakan persamaan yang serupa dengan filter low-pass:

   Di sini, fc adalah frekuensi cut-off, R adalah resistansi, dan C adalah kapasitansi.


4. Gambar rangkaian dan grafik respon dari Low Pass Filter (LPF)







5. Gambar rangkaian dan grafik respon dari High Pass Filter (HPF)

   


3. Video Simulasi[Kembali]

HPF


LPF



4. Download File[Kembali]

Download Rangkaian LPF disini

Download Rangkaian HPF disini

Download Simulasi Rangkaian LPF disini

Download Simulasi Rangkaian HPF disini

MODUL 4 PROJECT

[KEMBALI KE MENU SEBELUMNYA] DAFTAR ISI 1. Pendahuluan 2. Tujuan 3. Alat dan Komponen 4. Landasan Teori 5. Flowchart 6. L...